Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan

3.31.2012

JANGAN PERNAH MALU TUK MENANGIS

Menangis merupakan salah satu perbuatan yang membedakan antara manusia dan makhluk ciptaan-Nya yang lain. Menangis bukanlah merupakan kelemahan dan tidak dewasanya seseorang. Bahkan menangis merupakan terapi kesehatan yang dapat dipergunakan dalam mengobati penyakit-penyakit akut dan membahayakan.
 
Kajian oleh Dr. William Frey pada pusat penelitian mata dan air mata di Saint Pholl Rams Medical Centre, menegaskan bahwa menangis sangat berguna bagi kesehatan jiwa dan emosi kita. Ia mengatakan bahwa air mata mengambil peranan penting dan signifikan dalam meringankan ketegangan jiwa yang mungkin disebabkan oleh komplikasi berbagai penyakit. Maka, janganlah Anda sungkan untuk menangis, apalagi karena takut kepada Allah, karena ia bukanlah merupakan aib, melainkan obat bagi Anda!
Aku haramkan neraka kepada mata yang selalu menangis karena takut [close]
kepada Allah. (NR Ahmad dan Nasa'i)

Menangis itu Sehat.


jangan ragu untuk menangis, Anda akan sehat Jasmani dan Ruhani..

"Dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis," (an-Naml: 43)

Telah ditemukan hubungan yang kuat antara fungsi fisiologis dan psikologis terhadap luapan emosi seseorang pada umumnya serta perantara apa yang bisa dipakai untuk mengungkapkannya. Sama juga dengan cara menangis atau selainnya.

Telah jelas bahwa tangis itu menimbulkan tetesan air mata dan menghasilkan zat-zat yang ada di mata, membersihkan bola mata, serta mengurangi tekanan-tekanan hidup yang dihadapi. Sebagaimana telah jelas pula bahwa tangisan juga memberi pengaruh pada organ-organ tubuh yang lain, seperti urat nadi maupun saraf yang menjadi tegang di waktu seseorang emosi, begitu pula dengan meningkatnya denyutan jantung dan urat nadi serta menambah aliran adrenalin dari dua paru-paru.

Saat paling bahagia di dunia ini hadir ketika anda merendahkan diri dan tunduk, takut, menangis serta bertaubat dan memohon keampunan kepada Allah semata.

Ibnu Qoyyim dalam kitab al-Fawaid, “Celaka kamu, jangan engkau meremehkan dirimu. Seseorang yang bertaubat itu dicintai. Seseorang yang mengalah itu benar. Penyataan kerugiannya merupakan sumber kekayaan. Tunduknya kepalamu kerana penyesalan adalah keluhuran, dan mengakui kesalahan itu menunjukkan jalan yang benar untuk jiwa.”

Berhentilah sejenak, menjauh dari dunia dengan segala kecemasannya, kedudukan dan istana-istananya. Duduklah menyendiri, menyingkir dari para sahabat dan keluarga. Menyepilah dan tanyakan pada dirimu. “Untuk apakah aku hidup?? Apakah yang kuinginkan?? Dan apakah puncak dari semua itu??” Dan temukanlah jawapannya!!!

Hari-hariku berlalu tanpa Penyesalan

Tanpa tangisan, Rasa Takut, Ataupun rasa sedih

Betapa Mahabijaksana Allah, telah memberiku kesempatan

Padahal aku terus menerus bergelimang dosa

Akulah yang telah menutup pintu-pintu itu

karena kemaksiatan

Sedangkan mata Allah selalu melihatku

Biarkan aku meratapi dan menangisi diriku

Dan menempuh waktu dengan kesedihan

Biarkan aku terus mengucurkan air mata

Barangkali rasa sedih ini dapat melepaskan aku darinya.

Wahai Tuhanku,

aku hadapkan hatiku kepada-Mu sebelum kedua tanganku,

Aku memohon kepada-Mu dengan jiwaku sebelum terucap oleh lisanku

Hanya kepada-Mu aku meminta, mengadu, dan memohon

Aku memohon kepada-Mu, seperti permohonan orang yang berdosa

Permohonan anak yatim dan permohonan di waktu malam tiada bintang

Aku hadapkan hatiku kepada-Mu

Aku hamparkan kedua tanganku kepada-Mu,

Aku percaya mustajabnya doa dan tidak ada sesuatu pun

antara doaku dan Arsy-Mu, kecuali doa yang mustajab.

Aku berkata,"firman-Mu benar,berdoalah kepadaKu, nescaya

Aku ijabahi untuk kalian."

Aku memohon kepada-Mu, wahai Tuhanku dengan berkata,

Aku telah mencela dan memandang hina keluargaku

Aku singkiri orang-orang yang kucintai

Dalam kesendirianku, aku curahkan segala kesedihan dengan

darah

Aku terlantar dalam kesedihan yang berpanjangan

Aku tatap arah langit dengan penuh penderitaan

Dari resah dan gundah

Rabbi, betapa aku penuh kesalahan

Adakah waktu menghadap-Mu untuk bertaubat

Telah hilang kesempatan dari kehidupanku yang pertama

Sementara akan datang kehidupan kedua setelah kematian

Rabbi,

Aku telah mengakui dosaku

Di lubuk hatiku aku tangisi semua perbuatan dosaku

Aku terhina kerana dosaku,

Adakah setitis

Curahan rahmat-Mu yang mendekat padaku

Rabbi, aku telah datang kepada-Mu dengan bertaubat

Maka terimalah hamba-Mu yang mengharapkan belas kasih

Dalam kebingungan

Hanya air mata ini yang aku miliki

Sebagai tanda penyesalanku pada rendahnya diriku

Rabbi,

jika engkau menghukukmku kerana dosa-dosaku

Itulah balasan yang tepat bagi pendurhaka

Jika Engkau memberi ampun...Engkau telah memberi ampun

kepada seorang hamba yang penuh dosa

Dan Engkau memberi rahmat pada seorang insan yang berada

dalam ketidaktahuan

PUTING BELIUNG



Gambar 1. Kejadian angin puting beliung (tornado skala kecil)

Pengertian

Puting beliung sama dengan tornado skala kecil. Akan tetapi tornado seperti yang biasa kita lihat di tv di luar negeri tak pernah terjadi di Indonesia. Menurut pengertian meteorologi tornado adalah kolom udara yang berputar kencang dengan membentuk hubungan antara awan Cumulonimbus atau kejadian langka dari dasar awan Cumulus dengan permukaan tanah.

Gambar 2. Contoh akibat kejadian tornado di AS yang menimbulkan kerusakan yang hebat


Puting beliung di Indonesia adalah tornado dalam skala F0-F1 pada skala Fujita, yang memiliki daya rusak rendah dibandingkan di wilayah lintang tinggi dimana memiliki daya rusak terparah hingga skala F5. Puting beliung umumnya terjadi pada masa pancaroba dan musim hujan, dengan waktu kejadian antara siang hingga malam hari. Kondisi ini dikarenakan sinar matahari sebagai bahan bakar utamanya, secara maksimal diperoleh pada periode (frekuensi bulanan yang berkaitan dengan musim) dan waktu (frekuensi harian) tersebut.

Gambar 3. Skala kerusakan tornado menurut Fujita

Puting beliung biasa terjadi pada :a. Pancaraoba baik dari hujan ke kemarau maupun sebaliknya;
b. Musim penghujan dengan kriteria sebagai berikut :
  • 1-2 atau lebih kondisi cuacanya clear atau panas, biasanya hujan terjadi pada hari berikutnya akan lebat disertai petir dan angin kencang.
  • Biasanya pada pagi hari cerah dan berawan, maka pada sore harinya berpeluang terjadi angin kencang/puting beliung.
Sifat angin puting beliung:
  • Tidak bisa diprediksi secara spesifik hanya peluang dalam batasan wilayah, setelah melihat atau merasakan tanda-tandanya baru bisa diprediksi 0.5-1 jam sebelumnya dengan tingkat keakuratan kurang dari 50%.
  • Angin puting beliung hanya berasal dari awan Cumulonimbus (Cb), bukan dari pergerakan angin monsun atau pergerakan angin pada umumnya, sehingga dapat berpindah/bergeser sesuai dengan tekanan tinggi ke tekanan rendah dalam skala luas.
  • Tidak semua jenis awan Cb menimbulkan kejadian puting beliung, karena sangat mikro maka sangat sulit membedakannya, secara teori puting beliung dari awan Cb bersel tunggal, super sel dan multisel, kesemuanya hanya dapat dilihat di lapangan terbuka bukan dari teori monsun atau siklon atau pula model cuaca.
  • Suatu daerah yang terlanda puting beliung maka kecil kemungkinannya terjadi kedua kali, atau tak ada puting beliung susulan karena berasal dari awan Cb yang sifat tumbuhnya tergantung dari intensitas konvektif yang juga sulit diprakirakan.
  • Sangat lokal.
  • Bergerak secara garis lurus.
  • Waktunya singkat sekitar 3 menit dan tiba-tiba.
  • Terjadinya pada siang atau sore hari.
  • Malam jarang terjadi.
  • Puting beliung sulit diprediksi, namun tanda-tandanya dapat diketahui di luar rumah.
  • Terjadi pada tanah lapang yang vegetasinya kurang.
  • Jarang terjadi pada daerah perbukitan atau hutan lebat.
Gambar 4. Sejumlah bocah bermain disekitar kubah Masjid Hidayatusolikin di Desa Aluh aluh Besar, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, Kalsel, yang terjatuh akibat disapu angin puting beliung, Rabu (18/2). (dokumen dari Metro Banjar). Kabupaten Banjar didominasi daerah tanah lapang dengan vegetasi yang kurang rawan kejadian puting beliung.

Tanda-tanda datangnya angin puting beliung:
  • Satu hari sebelumnya udara pada malam hari sampai pagi hari udaranya panas/pengap.
  • Sekitar jam 10.00 terlihat tumbuh awan cumulus (awan berlapis-lapis), di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.


Gambar 5. Awan Cumulus
  • Tahap berikutnya adalah awan tersebut akan berubah warna menjadi hitam gelap.
Gambar 6. Awan menjadi gelap

  • Perhatikan pepohonan di sekitar anda berdiri apakah ada dahan atau ranting yang sudah bergoyang cepat, jika ada hujan dan angin kencang sudah akan datang.
  • Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri.
  • Terdengar sambaran petir yang cukup keras, apabila indikator itu dirasakan oleh kita, maka ada kemungkinan hujan lebat, petir dan angin kencang akan terjadi.
  • Jika 1 atau 3 hari berturut-turut tak ada hujan pada musim penghujan, maka ada kemungkinan hujan deras yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam katagori puting-beliung ataupun tidak.
Daerah Kalimantan Selatan diprakirakan akan memasuki musim kemarau di sebelah barat pegunungan Meratus (Tabalong, Balangan, HSU, HST, HSS, Tapin, Banjarmain, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala) pada sekitar bulan Mei pada dasarian I sampai dasarian III. Sedangkan di bagian timur (Kotabaru dan Tanah Bumbu) pada bulan Juni dasarian I sampai Juli dasarian II dan Tanah Laut pada Mei dasarian II sampai Juni dasarian II

Jadi sekarang kita menuju ke musim pancaroba, perlu berhati-hati dan siaga pada kemungkinan bencana ini.

Tinjauan Islam terhadap angin kencang

Doa apabila ada angin kencang

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
"Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan kebaikan yang ada padanya dan kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang ada padanya, dan kejelekan apa yang dibawanya." (H.R. Muslim).

Aisyah r.ha berkata, "Apabila terjadi awan hitam dan angin kencang, wajah Nabi saw yang biasa memancarkan nur, akan terlihat pucat karena takut kepada Allah. Beliau keluar-masuk mesjid dalam keadaan gelisah sambil terus menerus membaca doa :
"Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikan yang berada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim dengannya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini dan kejahatan yang berada di dalamnya dan kejahatan yang Engkau kirim dengannya."

Aisyah r.ha bercerita lagi: Apabila hujan mulai turun, maka wajah Rasulullah saw akan menjadi tidak ceria. Aku bertanya kepada beliau. "Ya Rasulullah, apabila terjadi awan mendung semua orang merasa gembira karena menandakan hujan akan turun, tetapi mengapa engkau justru terlihat ketakutan?" Rasulullah saw menjawab, "Wahai Aisyah, bagaimana aku dapat meyakini bahwa angin kencang dan awan mendung itu akan mendatangkan azab Allah? Kaum 'Ad telah dibinasakan oleh angin topan. Ketika mereka melihat awan menndung, mereka merasa gembira karena mengira akan segera turun hujan. Padahal bukan hujan yang turun, melainkan azab Allah untuk membinasakan mereka.

Allah SWT berfirman :


24. Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,
25. yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa (Q. S Al Ahqaaf: 24-25).

Si Abid (Ahli Ibadah yang merasa paling suci)

Pada suatu ketika Umar bin Khathab bercerita: "Pada zaman dahulu ada seorang Abid (ahli ibadah) yang selalu memaksakan diri dalam beribadah. Dia merasa dirinya paling suci, sedangkan orang lain dinilai bersimbah dosa lantaran maksiat yang mereka lakukan. Dalam hatinya selalu tertanam perasaan: "Rahmat Allah hanya akan dicurahkan kepada orang ahli ibadah, bukan kepada pelaku maksiat."


Perasaan itu membuat si Abid meninggalkan pergaulan umum, mengisolasi diri dalam peribadatan. Tidak lagi mengenal silaturrahim.


Ketika di Abid sudah berada di akhirat, dia mengajukan pertanyaan kepada Allah: "Ya Allah, apakah yang Engkau berikan kepadaku sebagai balasan ibadahku sewaktu didunia?"


Jawab Allah: "Balasan buatmu adalah siksa neraka." Dengan terperanjat si Abid meminta penjelasan: "Ya Allah, terus apa arti ibadah yang telah aku lakukan?"


Jawab Allah: "Sebab sewaktu di dunia kamu telah memutuskan silaturrahim, yang berarti telah memutuskan rahmat-Ku. Kamu tidak peduli dengan orang-orang yang berada di sekitarmu, dan kamu sombong dengan ibadahmu. Karena itu, pada hari ini Aku putuskan pula rahmat-Ku kepadamu, sehingga siksa neraka yang paling pantas menjadi imbalan ibadahmu sewaktu di dunia."